beberapa hari lalu saya sempet minta saran mengenai tampilan themes saya(single postnya), kata mereka halaman depanya sudah ok atau lumayan. sedangkan halaman single postnya ngjereng, jelek + ngga ok banget. sejenak saya berpikir “wah, gimana ya! apakah harus buat themes lagi?”. padahal themesku yang dulu itu bikinya rumit banget, pada thmes itu juga(themes lama) sudah saya tambahkan dom dan dhtml, binkinya juga ngga mudah. tapi karena kritikan temen-teman, terutama warga kaskus+koment yang kebanyakan isinya tentang tampilan single post, ya mau ngga mau “buat themes lagi”.
themesku yang sekarang tampilanya lebih simple + ngga beribet. warnanya sedikit lebih buram, saya juga ngga menambahkan sidebar karena saya bingung “widget apa yang akan saya pasang nanti”, sobat kan tahu widget itu hanya menambah loading blog(kasihan kan clientnya).
pada halaman archives, tag, kategory, not fount, search dan page tidak saya saya ubah sedikit pun. ini untuk mengenang themes ku yang dulu, abisnya saya sudah terlanjur suka. yah, walaupun sobat-sobat ngga suka, tapikan single postnya sudah simple “sobat kan baca artikelnya di single post” bukan di halaman lainnya.
ketika mau buat themes
sebelum membuat themes yang paling pertama di pikirkan adalah “seperti apa themes yang akan di buat nantinya”, akhirnya saya bertanya kebeberapa sobat saya. jawaban dari merekapun beda-beda, sayapun memilih jawaban terbanyak yaituh “simple”. sebenarnya si saya berencana untuk hubungin master web designer, hanya saja “dia mau ngga reply email saya, kalaupun di reply mungkin seminggu atau sebulan kemudian kemudian, nah kalau kebutuhan mendesak gimana? apa masih mau berharap? saya pikir mencoba itu jauh lebih baik ketimbang menunggu jawaban yang ngga pasti “. setelah memutuskan untuk membuat themes simple, yang saya pikirkan selanjutnya adalah warna, kalaupun themes itu sangat wow, tapi kalau warnanya ngga pas “sama saja boong”, disini memilih warna yang hampir mirip dengan dashboard wordpress. setelah prencanaan sudah selesai langkah selanjutnya ialah pembutan themes. sempat berpikir untuk “pakai photoshop”, mumpung karena kebutuhan mendesak dan pembutan themes dengan photoshop itu memakan waktu yang cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggunakan photoshop dan mulai ngoding dengan jari-jari yang sudah gatal ini
, jadi deh seperti ini.
saranya
menurut agan, gimana tampilan themes saya sekarang?
- apakah jelek?
- apakah kurang pas?
- apakah fotnya sulit dibaca?
- apakah bikin sakit mata?
- apakah jenuh?
- apakah beribet?
- apakah waktu ngereloadnya terlalu lama?
- apakah kurang enak dipandang?
- ataukah apakah-apakah lainya?
- saran lainya ya
silakan ningalin komentar, untuk memberi saran


udah lebih keren tampilannya nich, tapi nulis komentar hurufnya kok jauh sekali spasinya ya?
komentar saya kok ngga muncul, apa ketangkep Satpam ya?
sekedar masukan kang indaam
aku kurang suka fontnya
Masih kurang.
Front end nya nyentrik banget……
Kalau menurut saya terlalu rame mas, terutama pada bagian atas posting, tepatnya pada menu navigasi. Akan lebih baik jika navigasinya lebih disederhanakan, biar tidak memusingkan. Page navigation mungkin lebih baik ditaruh di bawah kolom posting (sebelum kolom komentar).
Sementara ini dulu masukan saya. Salam kenal.
Jelek atau tidak? Subyektif sekali ya
Mungkin kita berbeda persepsi dalam menilai desain yang bagus. Saya sendiri memilih pixel perfect & simpel.
Untuk blog ini sepertinya go crazy with style. Mulai dari penggunaan grid layout hingga ukuran & berat font.
Secara garis besar saya tidak suka, hehe saya bukan penganut aliran desain semacam ini.Tapi boleh kan berkreasi.
Haha.. suka dengan fitur gonta-ganti style. Seperti menawarkan User experience yang baik bagi pengguna